Presenter di 4 Stasiun TV, Ingin Kembali ke Bontang

Presenter di 4 Stasiun TV, Ingin Kembali ke Bontang

Cukup mematahkan sudut pandang bahwa yang terbit di televisi hanya sebatas fisik dengan kemolekan diri yang cantik, mulus, dan seksi. -Latifah Nur Muslimah

 

Berhijab bukan jadi halangan buat Latifah Nur Muslimah untuk jadi presenter. Meski bukan dari latar belakang pendidikan komunikasi ataupun broadcasting, lulusan Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mantap berkarier di dunia televisi. Selengkapnya

Rintis Usaha Konveksi, Sedekah jadi Gaya Hidup

Rintis Usaha Konveksi, Sedekah jadi Gaya Hidup

Tak semua usaha bermotif materi semata. Di sekitar kita, banyak yang berwirausaha demi memajukan hajat hidup orang banyak. Seperti Muflih Alhafidy, wirausahawan muda yang peduli pendidikan di kawasan tertinggal.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang Post

NIAT Muflih mendirikan usaha konveksinya sangatlah tulus. Prihatin dengan pendidikan yang belum merata di Kota Taman, ia menyisihkan 2,5 persen penghasilannya per minggu demi memajukan pendidikan di pinggiran Bontang. SD YPPI Teluk Kadere Kelurahan Bontang Lestari jadi saksi perjuangan Muflih mendidik calon pemimpin bangsa. Bersama komunitas yang dibentuknya, Lentera Insan jadi sarana ia dan rekan-rekannya mentransfer ilmu-ilmunya. Selengkapnya

Lahirkan Wartawan Professional dan Penulis Hebat

Program jurnalistik milik Bontang Post, Student Journalism makin memperlihatkan manfaatnya. Alumni program ini yang sudah membuktikannya dengan berbagai karya yang dihasilkan. Ada yang bergabung di pers kampusnya, ada juga yang sudah bergabung di Bontang Post, bahkan ada yang menulis buku dan membentuk pers kampus sendiri.

Muhammad Zulfikar Akbar, Alumni Student Journalism angkatan 1 dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

SEDIKIT flashback dua tahun lalu. Dengan diawaki oleh sepuluh siswa saat itu yang berasal dari dua sekolah berbeda yakni SMAN 1 dan SMKN 1 Bontang, kami bersepuluh ‘digembleng’ dengan berbagai ilmu-ilmu jurnalistik dan menulis. Selengkapnya

Kemerdekaan Pers yang Masih Semu

Hari Pers Nasional yang jatuh 9 Februari lalu merupakan hari peringatan yang bersejarah yang menandai dimulainya era Kemerdekaan Pers sejak runtuhnya Orde Baru (Orba). Berkat Presiden RI saat itu, BJ Habibie akhirnya menelurkan UU No. 40/199 tentang Pers. Undang-undang ini akhirnya menjadi pegangan bagi seluruh insan pers untuk bekerja secara independen, tidak terkekang, dan tidak diintervensi dalam melakukan pekerjaan. Sejak UU Pers ini keluar, makin banyak pula bermunculan surat kabar baru, stasiun televisi baru, stasiun radio baru, bahkan sekarang memasuki era media siber yang mulai menjamur. Ditengah ramainya berbagai media massa baru yang semakin hari semakin berkembang ini, ada satu pertanyaan. Sudahkan kemerdekaan Pers ini benar-benar ‘Merdeka’?

Selengkapnya