Commgath ’13 (1) : Mulai ‘Diserang’ Nyamuk sampai Debat di Muswil

SABTU (12/10) kemarin, saya bersama teman-teman dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (Himakom UMM) dan Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (Imiki) cabang Malang mendapat undangan ke Surabaya. Undangan dari Imiki wilayah IV (Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara) dan Imiki Surabaya, Madura, Sidoarjo, Tuban (SMST) ini untuk mengikuti Communication Gathering (Commgath) ’13 dan Musyawarah Wilayah (Muswil). Banyak cerita selama perjalanan dari Malang hingga kembali lagi ke Malang. Berangkat Sabtu siang dari Terminal Arjosari pukul 14.30 WIB, berangkat dengan bus ekonomi perjalanan semakin lengkap dengan teriknya panas matahari yang masuk melalui jendela bus. Praktis, perjalanan saat itu menjadi perjalanan yang sangat panas. Tak hanya itu, kemacetan di ruas jalan utama Malang-Surabaya langsung menyambut. Bus pun hanya berjalan ala ‘siput’, 5 Km/jam! Perjalanan yang mestinya bisa 2 jam saja, akhirnya hingga 4 jam akibat kemacetan ini.

Sampai di Terminal Bungurasih sekitar pukul 18.30 WIB, kita tidak langsung menuju lokasi acara, namun menunggu satu orang lagi dari Semarang, yakni anggota Dewan Perwakilan Anggota (DPA) dari Imiki. Sembari menunggu, kami pun menumpang di salahsatu warung untuk melihat pertandingan Indonesia U-19 vs Korea Selatan U-19. Alhamdulillah, sesaat setelah kami akan meninggalkan terminal karena yang ditunggu sudah datang, Indonesia berhasil menang 3-2.

Lokasi acara kami cukup unik, di Ekowisata Mangrove, Pantai Timur Surabaya. Kami mengira awalnya, lokasi nanti di pinggir pantai. Ternyata, kami harus menyebrang sungai kecil, dan itu pada malam hari! Sekitar setengah jam dari terminal, kami akhirnya sampai di dermaga penyebrangan. Beruntung, kami menyebrang menggunakan perahu motor. Jika menggunakan perayu dayung, bisa dibayangkan berapa lama kami bisa sampai lokasi.ย Sepanjang perjalanan di perahu tersebut, ada pemandangan yang sangat jarang dilihat di perkotaan. Ya, karena minimnya polusi cahaya, kami bisa melihat bintang-bintang yang indah dengan jelas, dan melihat banyaknya kunang-kunang di pinggir sungai tersebut. Jujur, saya baru pertama melihat kunang-kunang tersebut. Mereka luar biasa indah di tengah gelapnya malam.

Sampai di lokasi, ternyata pendopo tempat acara berlangsung masih jauh di dalam. Kami pun harus menyusuri jalan setapak yang terbuat dari rangkaian bambu untuk sampai kedalam. Sekitar 1 km berjalan, akhirnya kami sampai di pendopo lokasi acara. Kami pun disambut oleh beberapa pengurus dari Imiki Wilayah IV dan Imiki SMST. Setelah kami diberi tempat istirahat dan makan, kami pun segera istirahat. Namun masalah mulai datang, nyamuk mulai ‘menyerang’ kami!

Lokasi acara kami yang di pinggir pantai Mangrove dan persis di atas laut menjadi lokasi empuk bagi nyamuk menemukan mangsanya. Praktis, saat akan tidur pun, tangan harus menepuk area badan sendiri berkali-kali. Jika dihitung, dalam satu menit mungkin sekitar 30 kali tepukan di seluruh area badan yang berbeda. Ini pun terus berlangsung sampai akhirnya, rasa ngantuk pun benar-benar melanda dan kami pasrah ‘diserang’ oleh nyamuk.ย Pagi harinya, kami kembali disusahkan dengan masalah air. Di toilet, air yang tersedia ternyata asin, seperti bercampur dengan air laut. Beruntung, ada dua dirigen air bersih yang tersedia, namun khusus untuk wudhu saja. Jadinya, kami tidak mandi disana.

Usai berjalan-jalan pagi disekitar lokasi acara, kami pun makan bersama dengan seluruh peserta Commgath. Karena kami yang datang paling akhir, kami pun perkenalan dulu di depan seluruh perwakilan perguruan tinggi yang hadir. Menu sarapan saat itu pun lumayan merakyat;mi goreng, nasi putih, dadar jagung, tempe, dan sambal. Meskipun sederhana, karena kami makan bersama seluruh teman-teman yang berbeda, kekeluargaanpun terasa disana. Usai sarapan pagi, agenda pentingpun segera menyambut;Musyawarah Wilayah.

Sekitar pukul 09.30 WIB, muswil pun dimulai. Muswil yang beragendakan pembacaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Wilayah periode 2012-2013, dan pemilihan Ketua Wilayah baru periode 2013-2015 dipenuhi perdebatan-perdebatan sengit. Sampai akhirnya, LPJ pun diterima, dan ketua wilayah baru pun didapatkan. Kami ucapkan selamat kepada saudari Shera Lia Martalisa alias Eyak dari Universitas Brawijaya yang menjadi Ketua Wilayah. Semoga amanah. (bersambung)

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *