Special Report Munas Imiki 2012 : Munas 24 Jam Non-Stop! (3-habis)

SEMPAT diinterupsi untuk istirahat dan dilanjutkan keesokan harinya, Musyawarah Nasional Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (Munas Imiki) ini kembali berjalan. Dimulai pukul 09.00 Wib usai sarapan pagi, sidang pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) kembali dilanjutkan. Tentu saja, perdebatan pun kembali dimulai sejak awal sidang dibuka. Perdebatan ini justru dikarenakan kurangnya jumlah quorum yang hadir kurang dari 2/3 anggota. Akhirnya, sidang tetap dilanjutkan juga.

Bagi saya yang ikut munas pertama kalinya, baru kali ini saya rasakan suasana munas sesungguhnya. Sebagai mahasiswa, saya juga turut prihatin melihat banyak juga oknum anggota yang kerap kali melanggar tata tertib yang sudah dibacakan dan disepakati bersama. Bahkan sampai menimbulkan perdebatan panjang. Tak heran, banyak oknum elit di parlemen sana yang kelakuannya sama seperti yang saya saksikan. Mungkin sewaktu mereka mahasiswa, mereka bertingkah seperti itu. Tata tertib mungkin bukan lagi untuk dipatuhi, tapi untuk di langgar! Begitu bukan?

Kembali ke munas kali ini, tak ada yang berubah dari hari sebelumnya. Semuanya selalu sama. Debat, debat, dan debat. Ujung-ujungnya, akhirnya terjadi lempar kursi dan ricuh didalam ruang sidang. Jika dilihat akar permasalahannya, sebenarnya cukup simpel. Β Ketika dari wilayah lima ingin menginterupsi dan sudah disetujui oleh presidium, baru setengah jalan wilayah lima berbicara sudah diinterupsi oleh wilayah satu. Hasilnya, wilayah lima yang sejak awal menahan sabar karena dibuat seperti, meledak emosinya dan marah kepada wilayah satu. Untung saja, pihak panitia langsung sigap untuk mencegah terjadinya ricuh yang lebih besar.

Sekali lagi, saya prihatin. Bagaimana negara ini juga bisa maju kalau oknum mahasiswanya begitu? Tidak menghargai orang berbicara dalam forum termasuk perbuatan yang tidak menyenangkan. Hasilnya ya sudah jelas terlihat tadi. Sidang pun akhirnya diinterupsi 10 menit untuk mencairkan suasana. Wilayah lima pun akhirnya memilih Walk-out dan keluar dari arena sidang. Β Munas pun kembali dilanjutkan tanpa kehadiran dari wilayah lima, sampai sidang kembali diinterupsi untuk makan siang.

Suasana sama terus berlanjut hingga malam hari. Bedanya, saat malam harinya wilayah lima kembali masuk kedalam ruang sidang. Seperti biasa, debat masih terus berujung, dan wal hasil, sidang pun dilanjutkan sampai pagi! Saya yang waktu itu sempat keluar sidang untuk tidur karena tidak tahan dengan munas yang terus menerus tanpa istirahat, akhirnya dibangunkan pukul 03.00 Wib untuk memilih perwakilan di Dewan Perwakilan Anggota (DPA) pusat. Ngantuk? Jelas! Akhirnya, setelah pemilihan DPA, kami memilih untuk kembali tidur sejenak, sementara sidang munas masih tetap berlangsung.

Pukul 09.00 Wib, akhirnya masuk di agenda sidang terakhir yakni pemilihan ketua umum baru. Bedanya, dalam pemilihan ini debat-mendebat hampir tidak ada. Munas pun menjadi cepat selesai, dan berujung dengan terpilihnya Nur Haedi sebagai ketua umum Imiki yang baru. Semoga, yang buruk jangan dicontoh dari munas ini, dan tirulah yang baik-baik. Selamat kepada Nur Haedi!

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *