IPK Lebih Tiga Setengah, Jadi Model di Malang

Selain Yogyakarta, Malang turut dikenal sebagai kota pelajar. Tak sedikit siswa Bontang kuliah di Kota Apel. Berikut reportase saya.

Muhammad Zulfikar Akbar, Malang

TAK sulit mencari remaja Bontang di Malang, Jawa Timur, khususnya di Universitas Brawijaya. Punya selusin fakultas, sebagian besar pasti ada siswa Kota Taman di perguruan tinggi negeri tersebut.Valda Aulia Rosyida Wibowo adalah satu di antara sekian mahasiswa asal Bontang yang melanjutkan pendidikan di Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik kampus ini. Sejak SMA, Valda, sapaan akrabnya, kerap mengikuti berbagai organisasi dan perlombaan.Dia tercatat sebagai juara pertama dalam pemilihan Duta HIV/AIDS Bontang 2010 lalu. Kini, di Malang, kiprahnya semakin menanjak. Selain menjadi mahasiswi, dia sekaligus masuk dunia modeling lokal.

Dara kelahiran 23 November 1993 ini menuturkan, kuliah di Malang merupakan cita-citanya sejak kecil. โ€œSaya ingin kembali ke kota kelahiran saya saat kuliah nanti,โ€ ungkap Valda. Perjuangannya ketika memasuki PTN terbilang tidak mudah. Saat mendapat kesempatan mengikuti Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) 2011 melalui jalur undangan dan seleksi rapor, dia memilih Universitas Brawijaya, Jurusan Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dan Sastra Inggris sebagai pilihan pertama, dan Universitas Mulawarman (Unmul) jurusan Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dan Kesehatan Masyarakat. Saat diumumkan, Valda ternyata diterima di Universitas Brawijaya. Pemilihan jurusan diakuinya bukan tanpa alasan. Valda mengatakan, seorang pekerja yang luar biasa pasti mempunyai cara berkomunikasi yang baik. Lagipula, semua pekerjaan memerlukan komunikasi agar berinteraksi dengan sesamanya dan bisa bekerja dengan baik.

Dia mengaku deg-degan ketika menunggu hasil SNMPTN. โ€œSaya terus berdoa agar diterima di Unibraw (sebutan untuk Universitas Brawijaya, Red.) karena ini cita-cita saya. Apalagi persaingan masuk di Brawijaya sangat ketat,โ€ kata Valda. Beruntung, orang tua Valda, Agus Slamet Wybowo dan Sumariah, sangat mendukung pilihan putrinya. Dukungannya pun bermacam-macam. Seperti memberikan wejangan hidup jauh dari orangtua, dukungan kegiatannya yang positif, juga biaya kuliah selama hidup di Malang. Selama dua semester terakhir, Valda mencatat prestasi menggembirakan. Ia berhasil membuktikan kalau pelajar Bontang mampu menyaingi mahasiswa dari daerah lain. Bukti sahih ketika meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,67. Nilai tersebut dia peroleh dari IP semester pertama 3,79 dengan 24 satuan kredit semester (SKS) dan di semester kedua 3,56ย  dengan SKS yang sama. Nilai tersebut tertinggi di kelasnya yang dihuni 68 mahasiswa.

โ€œAlhamdulillah saya bisa banggakan orangtua,โ€ kata Valda.

Memang, diakuinya, mendapat nilai IP minimal 3,5 per semester menjadi targetnya. Alasannya, Valda ingin lulus cum laude. โ€œJadi saya giat belajar, rajin mengerjakan tugas, memperhatikan dosen saat memberi materi dan aktif dalam perkuliahan. Kalau aktif, dosen pasti memberi nilai plus,โ€ urainya. Selain menjadi mahasiswi, kegiatan lainnya yang dijalani Valda selama di Malang yakni menjadi model. Awal mula tertarik dengan dunia modeling di Malang saat ia diundang mengisi show di sebuah agency modeling di Malang.

โ€œBaru ikut modeling saat akhir semester dua kemarin. Walaupun kurang bisa catwalk dan berpose saat sesi pemotretan, tapi seru bisa kenal dan dikenal dengan banyak orang,โ€ tutur Valda.

Dia menuturkan, aktivitas sampingan ini memang belum mendapatkan keuntungan materi karena baru dua bulan terjun. Dan, sama halnya dengan mahasiswa asal Bontang yang lain, rasa rindu dengan orang tua dan Kota Taman selalu ada. โ€œTapi saya senang di sini karena bisa belajar hidup mandiri, mengurus segala sesuatunya sendiri, dan mengerti kerasnya hidup jauh dari orang tua. Selain itu, saya mempunyai banyak teman dari seluruh Indonesia,โ€ beber Valda.

 

berita ini juga diterbitkan di http://kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=146981

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *