Mantapkan Konvergensi Media di Era Digital

HARI Pers Nasional (HPN) kembali digelar tahun ini di Padang, Sumatera Barat. Sejak diputuskan dalam Kongres ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di kota yang sama 1978 silam, dan dikuatkan dengan Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985, HPN ibarat menjadi “hari raya”-nya insan pers di nusantara.

Gelaran yang diadakan tiap 9 Februari itu tak hanya jadi ajang silaturahmi seluruh pengelola media di Indonesia, beragam apresiasi atas prestasi media pun juga diberikan.

Di tengah hingar bingar perayaan HPN itu, insan pers, terutama pengelola media dan yang terlibat di dalamnya mesti sadar jika media sudah memasuki era digital, utamanya di lima tahun terakhir.

Banyaknya media daring yang memenuhi jagat dunia maya, membuat masyarakat kini punya banyak pilihan mengakses informasi. Tak hanya disajikan secara cepat, namun juga dilengkapi dengan ragam audio visual yang bisa disisipkan untuk memperkuat pesan.

Bagi Bontang Post yang bergelut di dunia media cetak, kehadiran era digital jadi tantangan baru. Tak hanya mempertahankan pembaca koran yang sudah lekat di kalangan generasi X. Namun juga memikat “pembaca” ponsel pintar yang rerata dikuasai generasi Y dan Z di Kota Taman.

Generasi X, menurut William Strauss dan Neil Howe dalam bukunya “13th Gen”, merupakan generasi yang lahir antara 1961-1981. Sementara generasi Y merupakan generasi yang lahir di rentang 1981-1994, dan generasi Z lahir di rentang 1995-2010.

Mengakomodir tiga generasi sekaligus memang tidak mudah. Butuh strategi dan perlakuan khusus yang intim kepada mereka. Beberapa media nasional sudah lebih dulu memulainya, dan kini Bontang Post mencoba mengadopsinya.

Strategi ini disebut konvergensi media. Menurut Henry Jenkins, konvergensi media merupakan aliran konten di beberapa platform media, kerjasama industri dengan media, dan kegiatan migrasi media. Fenomena ini muncul, akibat kemunculan teknologi digital dan media baru.

Bontang Post bersama media se Kaltim Post Group (KPG) mencoba menerapkannya dalam portal prokal.co. Bontang Post pun mencoba menyempurnakan kembali dengan merilis bontangpost.id. Tak hanya berita di media cetak yang di-online-kan di media daring tersebut, namun juga berita terkini seperti breaking news tak luput dari perhatian. Selain itu, fitur multimedia yang lengkap juga membuat Bontang Post punya kesempatan melengkapi informasi dari foto-foto beresolusi tinggi dan video yang interaktif.

Wujud konvergensi media kami tak hanya di situ saja. Selain wujud media cetak yang dapat dibaca pula di epaper.bontangpost.co.id, integrasi antara media cetak dan daring kami lakukan dengan format 75 persen cetak dan 25 persen daring. Sebagian berita-berita bontangpost.id sudah dapat dinikmati langsung saat wujud koran fisik sampai di tangan pembaca. Kehadiran QR Code memudahkan pembaca yang ingin menikmati berita melalui ponsel pintar.

Beberapa berita terpopuler di portal bontangpost.id pun juga dapat dinikmati kembali oleh pembaca koran yang memiliki ponsel pintar. Pun kehadiran grup whatsapp Member Bontang Post dan grup facebook Bursa Barang Bontang sebagai tempat penyebaran berita secara daring dinilai efektif dan dekat dengan masyarakat. Setelah hampir sebulan format ini berjalan, mulai terjadi peningkatan jumlah pengunjung di portal. Beberapa kawan pun ikut mengapresiasi tampilan baru yang makin modern ini. “Canggih sekarang ada barcode-nya,” katanya.

Strategi serupa, sebenarnya sudah saya temukan sebelumnya saat masih menimba ilmu di Pulau Jawa. Beberapa media cetak saat itu sudah menaruh barcode dalam edisi cetaknya. Pun media daringnya tak kalah saing dengan media-media daring lainnya. Memang, tak ada kata terlambat untuk mencoba hal baru. Karena tantangan di era digital bukan milik Bontang Post saja, namun untuk seluruh media di Indonesia, terutama media cetak.

HPN 2018 jadi ajang pemantapan sekaligus penguatan konvergensi media di era digital. Sejauh mana media bisa mengakomodir dan merangkul teknologi, sebagai kekuatan baru menatap persaingan bisnis media di masa mendatang. Bukan justru menjauhi dan menjadikannya sebagai hambatan. Semoga Bontang Post tetap diberikan kekuatan memberikan informasi dan berita yang positif kepada masyarakat, pemberitaan yang mencerdaskan dan menginspirasi sesuai slogannya. (*)

Komentar Anda

Back to Top
%d blogger menyukai ini: