100 Inspirasi dari Kota Taman

SEORANG bijak pernah berkata, belajarlah pengalaman hidup dari orang-orang baik, niscaya dirimu akan tertular kebaikannya. Sama seperti hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim, perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi.

Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan apinya mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.

Saat saya menulis catatan ini, saya meyakini perkataan tersebut benar adanya. Sebagai salah satu inisiator dan penulis kolom kisah inspiratif warga Bontang di Bontang Post, sudah puluhan orang saya temui dengan berbagai latar belakang masing-masing. Mulai pengusaha kecil hingga besar, mahasiswa berprestasi lokal hingga internasional, penggerak perubahan di masyarakat, dan berbagai profesi lainnya. Mereka semua mengajarkan satu hal penting bagi saya, yakni kegigihan.

Kegigihan adalah kunci penting seseorang menggaet cita-citanya. From zero to hero, dari yang bukan siapa-siapa menjadi seseorang yang diperhitungkan. Dari yang mungkin tidak punya apa-apa menjadi punya segalanya. Namun, kegigihan ini tidak cukup. Mereka semua punya nilai penting yang tak boleh hilang; Kepedulian.

Seseorang boleh saja punya segalanya, mampu meraih cita-citanya, dan lain sebagainya. Namun, rasa kepedulian menjadi pembeda dalam dirinya. Peduli dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat lainnya, membuat seseorang punya nilai-nilai inspiratif dalam dirinya. Nilai-nilai seperti inilah yang saat ini digali oleh Bontang Post. Seratus edisi kisah inspiratif warga Bontang menjadi bukti nyata kami menggali nilai-nilai positif tersebut dan membagikannya kepada pembaca.

Izinkan saya sedikit bercerita, pertama kali mendapatkan tugas menginisiasi dan mengisi kolom inspiratif ini, saya masih “buta” dengan Bontang. Maklum saja, sebagai wartawan baru di Bontang Post yang selama empat tahun tidak menginjak Kota Taman, beberapa perubahan di Bontang begitu terasa. Edisi pertama saya awali dengan menulis kisah usaha menjahit yang merupakan mitra binaan perusahaan. Pun di edisi kedua, ketiga, dan keempat, semuanya adalah mitra binaan perusahaan.

Eksperimen mulai saya lakukan saat menginjak edisi kelima. Seorang mahasiswa Bontang berprestasi dan menjadi wakil Indonesia dalam pertukaran mahasiswa di Tiongkok. Selanjutnya, adalah warga Bontang yang secara mandiri membuka usaha sablon, hingga putra daerah Bontang yang menjadi motivator nasional di Surabaya. Bagi saya, sepuluh edisi pertama kisah inspiratif warga Bontang adalah pondasi awal kolom inspiratif ini berdiri dan berjalan hingga kini.

Siapa yang tidak terkejut, saat mendengar kabar dari pimpinan Kaltim Post Group (Induk Bontang Post) yang turut memonitor dan mengapresiasi kisah inspiratif warga Bontang ini. Siapa juga yang bakal menyangka, kisah inspiratif ini kini sudah menembus angka seratus edisi? Yang berarti, saat ini sudah seratus warga Bontang yang bisa menginspirasi pembaca. Bayangkan, penduduk Bontang yang hanya berkisar 165 ribu jiwa, seratus jiwa di antaranya adalah orang-orang yang hebat, cerdas, gigih, peduli, dan menginspirasi.

Ini sekaligus memberikan optimisme, di tengah kondisi daerah dan negara yang ekonominya lesu, sentimen tentang keberagamannya sedang tinggi, dan berbagai permasalahan sosial, ekonomi, politik, serta hukum di bangsa ini yang sedang carut marut, Bontang sekarang punya seratus lebih tokoh menginspirasi yang bisa memberikan harapan akan bangsa ini. Mereka memberikan inspirasi dari berbagai profesi yang mereka geluti. Mulai pengusaha, mahasiswa, aparat, karyawan, pegawai negeri, pemimpin ormas, legislatif, eksekutif, dan sebagainya mengajarkan nilai-nilai untuk tetap gigih berjuang, pantang menyerah, saling peduli, berinovatif, dan hal positif lainnya.

Ucapan terimakasih saya untuk Direktur Bontang Post, Agus Susanto yang mempercayakan kolom inspiratif ini kepada saya dan rekan-rekan wartawan lain. Terkhusus untuk seluruh warga Bontang yang mengapresiasi kolom inspiratif ini, dan menjadi bacaan wajib setiap harinya. Di mana saja saya bertemu narasumber, kolom inspiratif selalu menjadi pertanyaan. “Besok siapa lagi yang di profil?” atau, “Saya punya teman yang mungkin menarik untuk diprofilkan.”

Sungguh, kolom ini kini bukan hanya dari Bontang Post untuk masyarakat Bontang. Melainkan dari, oleh, dan untuk warga Bontang. Kami harap, seratus edisi kisah inspiratif tak berhenti sampai disini saja. Akan ada edisi ke 200, 300, 400, bahkan sampai ribuan edisi. Karena saya yakin, satu orang yang menginspirasi, akan menularkan atau menginspirasi sepuluh orang lainnya. Jika kini sudah seratus orang yang menginspirasi, maka kini sudah lebih dari seribu orang yang terinspirasi. Jadi, apakah Anda orang yang menginspirasi dan terinspirasi berikutnya? (*)

 

Link Terkait: http://bontang.prokal.co/read/news/9023-100-inspirasi-dari-kota-taman.html

Komentar Anda