Dirgahayu Ke-4, Media Mahasiswa

Empat tahun silam, berawal dari empat orang anak muda yang kala itu baru saja jadi mahasiswa, berembug dengan membawa ide baru. Saya kurang ingat jam persisnya, tapi cuaca saat itu cerah dan menyejukkan. Di sebuah warung kopi sederhana di belakang kampus, dengan dibimbing seorang dosen yang ikut memberikan semangat kepada kami, 2 Oktober 2012 lahirlah Media Mahasiswa (MM).

Dengan membawa semangat kebebasan bersuara untuk mahasiswa, kebebasan berorganisasi tanpa kekangan, dan mengakomodir karya serta kreatifitas mahasiswa, MM kemudian lahir. Tak mudah memang dalam perjalanannya. Tanpa dukungan materi, tanpa sekretariat, yang kami punya waktu itu hanyalah sedikit ilmu dan keyakinan tekad, jika media ini ke depan akan tumbuh besar.

Setahun berjalan, kami mematahkan keraguan dari orang-orang yang menyangsikan keberadaan MM. Tanpa biaya, kami mampu mencetak buletin, mengoperasikan media online, membuat berbagai kegiatan yang inspiratif, dan tentu saja melahirkan berita yang berkualitas. Karya-karya kami selalu lahir dan selalu dinanti. Kami pun membuktikan, mahasiswa juga mampu menghasilkan karya cerdas, inovatif, dan berkualitas.

Seluruh kru Media Mahasiswa pada diklat dasar angkatan ketiga.
Seluruh kru Media Mahasiswa pada diklat dasar angkatan ketiga. Dok. Media Mahasiswa

Pengembangan juga terus dilakukan seiring berjalannya waktu. Arti kata “independen” sudah merasuk dalam ruh MM. Independen pengelolaan, independen pembiayaan, dan independen dalam pemberitaan. Prinsip ini melahirkan berbagai unit usaha yang mendorong kami tetap survive. MM Publishing kemudian lahir, sebagai jembatan untuk mahasiswa berkreasi, serta menjadi penyokong keuangan kami, selain dari iuran anggota yang selalu rutin dan jumlah yang tidak banyak.

Kepercayaan menjadi modal MM melangkah di tahun-tahun berikutnya. Tawaran menjadi media partner semakin memperkuat jika MM kini sudah dikenal di kalangan masyarakat. Tak mengenal dari Malang saja, namun hingga ibukota negara. Bahkan, MM berhasil membuka cabang baru di Universitas Brawijaya. Namun, MM tak boleh terlena, ruhnya yang sebenarnya tetaplah di pemberitaan, bukan media partner semata.

Sudah empat tahun MM berdiri, saya pun sudah tidak lagi memegang media ini. Seluruh pengelolaan kini saya percayakan kepada generasi muda MM. Saya yakin, ditangan mereka yang punya ide-ide segar, media ini masih dapat bertahan, kalau bisa selamanya.

Selamat ulang tahun ke-4 Media Mahasiswa.

Bontang-Kaltim, 2-10-2016
a.n Seluruh Founder Media Mahasiswa,

 

Muhammad Zulfikar Akbar

Komentar Anda

Back to Top
%d blogger menyukai ini: