Geluti Kursus Bahasa Inggris dan Tata Boga, Wakili Kaltim ke Nasional

Sebagai kota industri berbasis gas dan kondensat, kebutuhan tenaga kerja lokal sangat diperlukan di Bontang. Apalagi saat era Masyarakat Ekonomi Asean ini, kemampuan bahasa dan skill tambahan lain dibutuhkan.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang Post

MENJAWAB tantangan jaman itu, Fatmawati membuka Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bontang Basic English Communication (BBEC) pada 2006. Selain alasan tersebut, kesibukan suami Fatma, Adam Suhaimi Harahap yang mengajar di Yaumil dan aktif memberikan kursus di tempat lain juga jadi faktor utama. “Biar tidak bolak balik ke tempat kursus kan habis waktu di jalan, jadi kami bikin tempat kursus sendiri,” kata Fatma saat ditemui di lokasi kursusnya Jalan Gendang 3 RT 22 Tanjung Limau Kelurahan Bontang Baru.

Karena suami mengajar Bahasa Inggris, maka untuk tahap awal ia membuka khusus kursus Bahasa Inggris. Meski LKP ini pertama kali dirancang untuk Bahasa Inggris, ternyata dalam perjalanannya bukan Bahasa Inggris yang menjadi favorit, melainkan Tata Boga. Permintaan masyarakat yang kemudian membuat perempuan kelahiran Santan Tengah 42 tahun silam membuat jurusan baru yakni Tata Boga. “Waktu itu saya memang sudah buat amplang. Ternyata banyak yang penasaran bagaimana buatnya. Jadilah di 2008 mulai dibuka tata boga disini. Pertama kali fokus diolahan hasil laut karena Bontang kan potensi lautnya besar,” tutur Direktur LKP BBEC ini.

Perjalanan LKP BBEC ini cukup mulus. Pada 2009, jurusan bahasa inggrisnya sudah diakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal (BAN-PNF). Menyusul pada 2014, Tata Boga juga terakreditasi dari badan yang sama. Di 2013 pun, mereka juga telah diakreditasi oleh Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK). Dengan akreditasi yang telah diraih, maka LKP BBEC berhak mengeluarkan sertifikat kepada seluruh alumninya. “Setahu saya untuk LKP kami yang pertama, jadi sertifikatnya sah,” ujar Fatma.

Selain itu, mestinya LKP ini bisa saja terakreditasi A. Namun Fatma mengaku belum siap memperoleh predikat tersebut. “Kami mengukur diri sendiri, masih banyak yang perlu dibenahi. Kalau A itu harus ada MoU (Memorandum of Understanding, red.) hingga luar negeri. Jadi alumni kita juga bisa dikirim kesana. Sampai saat ini akreditasinya masih B, jadi alumni disebar di dalam negeri saja,” tuturnya.

LKP BBEC yang resmi bermitra dengan PT Pupuk Kaltim pada 2009 ini juga banyak mendulang prestasi. Sejak 2011, lembaga dibawah naungannya berhasil menyabet beberapa penghargaan seperti Juara Pertama Lomba Karya Tulis Pengelola Kursus, Anugerah dari Gubernur Kaltim pada 2013 dan 2014, Juara Kedua Wirausaha Mikro Perempuan dari Citi Indonesia pada 2015, dan Juara pertama Lomba pengelola LKP dari Gubernur Kaltim pada April lalu. “Habis juara di provinsi April lalu, Mei kemarin langsung dikirim ke Palu untuk lomba tingkat nasional mewakili Kaltim,” kata Fatma.

Andil Pupuk Kaltim dalam membesarkan LKP ini juga dinilai besar. Menurut Fatma, perusahaan membantu mempromosikan LKP ini kepada masyarakat. “Kami dibantu promosi lewat radio, pameran-pameran, dan lain-lain, Pelatihan-pelatihan tata boga juga rutin dilakukan oleh Pupuk Kaltim mulai 2012,” ujarnya.

Meski banyak prestasi yang didapat, Fatma tetap rendah diri. Melalui LKPnya, ia sering memberikan pelatihan secara gratis kepada masyarakat sekitar. Bahkan, sekolah pun juga sering melakukan pelatihan di tempatnya. “Kalau warga disekitar minta dikasih pelatihan ya kita adakan. Gratis tanpa biaya apapun. Murid SD juga sering yang latihan tata boga disini,” katanya.

Ia berharap, melalui LKPnya Fatma dapat memberikan bermanfaat bagi masyarakat. “Semoga kedepan LKP ini juga semakin baik. Kami juga sedang membangun ruang kelas tambahan di sebelah bangunan. Semoga juga cepat selesai agar bisa menampung siswa dan praktik lebih leluasa,” harap Fatma. (***)

 

Link terkait: http://bontang.prokal.co/read/news/7094-geluti-kursus-bahasa-inggris-dan-tata-boga-wakili-kaltim-ke-nasional

Komentar Anda