Semua Gara-gara Pokemon!

Kemunculan aplikasi Pokemon GO sekitar sebulan terakhir ini memang bikin heboh orang banyak, termasuk di Bontang. Sejak hari pertama rilisnya secara resmi terutama di aplikasi Google Play Store, sontak seluruh warga Kota Taman yang menanti-nanti kehadirannya bersorak riang. Karena dengan rilisnya secara resmi, berarti peta Bontang juga segera dijejali dengan pokestop dan gym. Pokemon pun akan bermunculan di berbagai sudut Kota Taman.

Pokemon GO memang menjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat luas. Mereka yang kontra, menganggap permainan ini hanya buang-buang waktu dan tidak memberikan manfaat. Alih-alih hanya menghabiskan kuota paket data ponsel mereka. Sedangkan yang pro, menganggap permainan ini memberikan manfaat. Selain akhirnya para remaja yang mau gede ini”dipaksa” keluar rumah dengan mencari Pokemon, tanpa mereka sadari sebenarnya mereka bisa bersosialisasi dengan sesama trainer.

Hal ini pula yang saya rasakan saat pertama kali memainkan permainan ini. Persis sekitar dua atau tiga hari setelah saya bergabung di Bontang Post, Pokemon GO resmi dirilis. Dan, saya yang paling heboh sendiri. Tapi saya tidak sendiri, ternyata teman-teman se kantor yang lain banyak yang juga menanti kehadiran Pokemon GO di Bontang. Walhasil, berita mengenai Pokemon GO yang sudah resmi bisa dimainkan di Bontang saya tulis. Seketika, teman-teman se kantor ikut menginstall aplikasi ini di ponsel pintar mereka masing-masing. Karena Bontang Post ternyata jadi salah satu pokestop, maka kesempatan emas lah untuk karyawan-karyawan di Bontang Post memanfaatkannya pula.

Seiring jalannya permainan, saya yang dulu masih malu-malu dengan teman-teman kantor yang ternyata banyak yang baru setelah saya tinggal kuliah sejak 2012, akhirnya bisa bersosialiasi dengan cepat. Semua gara-gara Pokemon. Sedikit-sedikit menanyakan itu pokemon jenis apa, item ini gunanya apa, dan segala macam. Bahkan, bosnya Bontang Post sendiri ketularan main! Semua ini gara-gara Pokemon.

Meski begitu, sebagai wartawan banyak keuntungan yang didapatkan saat memainkan Pokemon. Pertama, karena kerjaan kami mencari berita, saat di lokasi ternyata ada pokestop, kita bisa membunuh waktu sembari menunggu narasumber untuk bermain Pokemon. Kedua, menambah relasi. Sekedar diketahui, di Pokemon GO ini memiliki tiga tim; Tim Valor, Tim Mystic, dan Tim Instinct. Ketiga tim ini di dunia nyata sudah bermunculan komunitasnya. Dengan bergabung dengan komunitas-komunitas ini, dapat menjalin relasi dengan berbagai kalangan. Sebab, tak hanya remaja saja, orang dewasa juga ikutan main kok!

Ya, ini memang pendapat saya sebagai orang yang juga bermain Pokemon. Bagaimanapun, sebuah permainan seperti Pokemon GO akan bermanfaat jika digunakan dan diniatkan untuk kebaikan. Bukannya ingin mengada-ngada, tapi ini kenyataan. Karena saya bisa kenal dengan berbagai narasumber juga karena mereka ikutan main Pokemon GO. Saya bisa akrab dengan seluruh teman kantor dalam sekejap juga gara-gara Pokemon GO. Jadi, semua ini gara-gara Pokemon!

 

Glosarium:

Pokemon GO: Aplikasi permainan berbasis augmented-reality yang membuat pemainnya seolah-olah melihat Pokemon di dunia nyata melalui kamera ponsel pintar mereka.

Pokestop: Tempat pemberhentian para trainer untuk mendapatkan item.

Item: Barang-barang yang digunakan untuk menunjang trainer dalam memainkan Pokemon GO.

Trainer: Para pemain Pokemon GO.

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *