Media, Jangan Lupa Fungsimu

Tulisan ini saya tulis di status Facebook pada 13 Maret 2016 lalu. Isi dibawah ini akan ada sedikit penambahan dan pengurangan, jadi dipastikan berbeda dengan apa yang saya tulis di status Facebook.

——-

SALAH seorang kawan jurnalis saya pernah berkata, makin banyak media massa di suatu daerah, maka berkembang pula daerah tersebut.

Saya tidak menampik memang. Sebagai daerah berkembang, Bontang saat ini tengah disorot. “Siapa sih yang sekarang tidak tahu Bontang?” Ujar kawan saya itu.

Menjamurnya media massa di Bontang, ditambah kemudahan dalam menggunakan teknologi serta mengakses informasi membuat perkembangan apapun di kota berjuluk Kota Taman ini dapat senantiasa dipantau.

Saya pribadi mencatat, ada lebih dari 2 media massa baru yang baru saja berdiri, menyusul media massa lain yang terlebih dahulu eksis. Jika bisa saya jabarkan, beberapa media di Bontang yang saya catat ini adalah yang memiliki kantor dan struktur redaksi yang jelas. Berikut daftarnya:

  1. Bontang Post (versi online: bontang.prokal.co)
  2. KlikBontang.com
  3. NewsBontang.com
  4. BontangTimes.com
  5. PKTv
  6. dan lain-lain.

Saya prediksi, bisa jadi tiap tahun akan ada satu media baru yang tumbuh di kota ini.

Fenomena ini memang memberikan dampak positif bagi perkembangan Bontang. Di satu sisi promosi wisata Bontang misalnya, akan maksimal. Pun juga investasi. Kehadiran media-media baru di Bontang akan mendongkrak ekonomi di kota ini.

Tapi kita tak boleh lengah. Media massa juga bisa memberikan dampak negatif, jika pemberitaannya pun tidak dijaga dengan baik. Beragam berita negatif seperti  kriminal ataupun aksi teror yang baru-baru ini terjadi dapat diakses dengan mudah dan disebar kembali.

Bicara tentang terorisme, bukankah esensi dari terorisme sendiri berarti menyebarkan rasa takut? Jika masyarakat merasa takut, maka sungguh teror itu sudah berhasil, dan mungkin dengan sadar atau tidak, media membantu menyebarkan rasa takut ini. Bukankah ini juga menghilangkan kesan Bontang sebagai kota yang aman?

Saya tidak meminta media-media di Bontang ini berhenti memberitakan hal-hal yang mungkin negatif bagi masyarakat. Media punya hak menyampaikan seluruh informasi secara terbuka kepada masyarakat sesuai fungsi medianya. Namun jangan lupa, media punya fungsi edukasi, hiburan, dan pengawasan yang harus juga seimbang.

Saya bukanlah penganut kepercayaan “bad news is good news”, menurut saya, “bad news is still a bad news”. Tinggal bagaimana sebagai pengelola media dapat mengolah berita tersebut agar masyarakat menjadi waspada. Pun hiburan yang disajikan oleh media diharapkan tidak berlebihan. Keempat fungsi media; informasi, edukasi, hiburan, dan pengawasan ini diharapkan berjalan seiringan dan seimbang agar kualitas serta trust media tersebut terjaga.

Saya kira ini sebagai pengingat untuk media-media massa ini, sebagai gatekeeper informasi-informasi yang hendak di sampaikan pada masyarakat, untuk mempertimbangkan aspek edukasi, hiburan, dan pengawasan. Tak hanya sekedar menyebarkan berita dengan tujuan meraih pengunjung terbanyak, rating, atau oplah semata. Ekonomi memang penting bagi suatu media, tapi fungsi utama media itulah yang harus terus dijaga.

 

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

2 comments on “Media, Jangan Lupa Fungsimu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *