Mimpi yang Terwujud

Penantian selama sebulan akhirnya berujung sesuatu hal yang sudah terpikirkan sebelumnya. Malam ini, Jumat (6/7) tepat pukul 7 malam tadi pengumuman tes tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akhirnya dilakukan. Sebelumnya, saya mengikuti tes tersebut dengan mengambil dua pilihan, yang pertama Universitas Brawijaya (UB) dengan program studi (prodi) Ilmu Komunikasi, yang kedua Universitas Negeri Malang (UM) dengan prodi Teknologi Pendidikan.

Sebelumnya juga saya udah bercerita kalau sudah bermimpi akan memasuki Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Melalui berbagai peristiwa dan pengalaman yang sudah saya alami selama sebulan ini, dengan mantap saya mengucapkan ‘MIMPI SAYA TERWUJUD!’

Ya, hari ini saya dinyatakan diterima di UM, namun itu tidak saya ambil lantaran saya tidak berminat sama sekali masuk disana. Saya punya prinsip dan keyakinan ketika Allah SWT sudah menunjukkan jalan yang harus saya ambil melalui mimpi beberapa bulan sebelumnya, maka itulah yang harus saya yakini dan saya pegang sekuat-kuatnya. Seperti halnya ini, saya sudah pegang prinsip dan yakin akan masuk di UMM, dan hal itu terjadi sekarang. Saya tidak menyesal menolak pilihan kedua dan beralih ke swasta yang kualitasnya bahkan menyamai negeri bahkan internasional.

Sebenarnya hal ini sudah terlihat sejak mulai mendaftar di UMM. Dengan izin Allah SWT saya bisa masuk melalui jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK) dengan mudah, dimudahkan saat tes wawancara maupun daftar ulang, sampai kegiatan Program pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK) dan Pelatihan Aplikasi Teknologi Informasi (PATI) ini. Berbeda saat mengikuti SNMPTN, dari mulai pendaftaran disusahkan saat pembayaran, pendaftaran, sampai ujian berlangsung.

Yang ingin saya tekankan, jika kita sudah punya prinsip dan suatu keyakinan, maka peganglah! Allah SWT pasti mendengar dan mencatatnya asal kita sungguh-sungguh dan terus berdoa.

Orang yang sejak awal memegang prinsip dan keyakinan, maka prinsip dan keyakinan itu pasti terjadi.

-Muhammad Zulfikar Akbar-

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *