Ujian Praktek

Ujian praktek ternyata tidak hanya terjadi saat hendak membuat Surat Izin Mengemudi (SIM), tapi juga terjadi di sekolah! Mari kita bayangkan sejenak ujian praktek apa saja yang ada di sekolah. Ada ujian praktek agama, kesenian, muatan lokal, bahasa, olahraga, dan lain-lain. That’s it? Yeah. But this is too much -,-. By the way on busway, Biarpun banyak sekali prakteknya tapi yang namanya kelas XII harus tetap dijalani bagaimanapun bentuknya.

Tentang ujian praktek ini, saya mau sedikit cerita tentang beberapa ujian praktek yang sudah dijalani. Antara lain ujian praktek agama, bahasa Jepang, dan bahasa Indonesia.

Yang pertama dari pelajaran agama. Ujian prakteknya cukup mudah sebenarnya, hanya membaca Al-Quran. Membaca? Tidak hanya itu. Tapi harus paham apa isi kandungannya! Ayat yang dibaca juga diacak. Dengan kata lain, kita tidak tahu akan membaca ayat yang mana. Bagai bumi terbelah jadi dua, akhirnya dengan penuh kerelaan membaca dan memahami tiap-tiap isi kandungan dari ayat-ayat yang tidak tahu yang mana akan kita baca.

Giliran pengundian dimulai! Alhamdulillah, akhirnya saya dapatkan ayat yang cukup pendek dan mudah untuk dipahami. Tidak perlu banyak menunggu, langsung saya maju menghadap guru, dan SELESAI πŸ˜€ Ujian Praktek agama, telah berhasil terlewati.

Yang kedua yaitu pelajaran bahasa Jepang. Jujur saja, dari kelas X sampai kelas XII saya paling benci bahasa ini. Kenapa? udah tulisannya rumit, bacanya bingung, tidak tahu artinya pula. Itu membuat saya stres! Karena ini diujikan, jadi akhirnya belajar dengan terpaksa. Hasilnya, tidak buruk πŸ˜€ Walaupun tidak tahu artinya, tapi belajar dari pengalaman teman-teman yang sudah maju terdahulu, akhirnya ujian ini berhasil saya lewati.

Oke yang ketiga, ujian praktek bahasa indonesia. Sebenarnya dibilang ujian praktek juga bukan, karena masih simpang siur informasinya jadi anggap saja ini ujian praktek. Ujian praktek ini yakni membuat dan membaca pidato perpisahan. Beruntung bagi saya yang suka menulis, tidak perlu waktu lama naskah pidato sudah selesai πŸ˜€

Tiba waktunya membaca, sebenarnya agak grogi saat maju ke depan kelas. Namun apa daya, akhirnya harus membaca juga. Dengan kecepatan membaca 100 km/jam, akhirnya dengan penuh tetesan keringat dan perjuangan, selesai juga membaca pidato ini.

Itu mungkin beberapa cerita saya, daripada website ini tidak ada isinya lebih baik diisi seperti ini saja πŸ˜€ Oh ya, saya juga pamit mungkin buat sebulan kedepan jarang mengisi website ini. Mulai minggu depan mungkin sudah Ujian Sekolah, setelah itu uji coba Ujian Nasional, setelah itu Ujian Nasional menghampiri. Saya minta doa restunya ya πŸ™‚

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *