Setahun di Student Journalism

Masih teringat setahun yang lalu, pertama kali diadakannya sebuah program dari satu perusahaan media yang baru berdiri. Student Journalism namanya. Dibentuk oleh Bontang Post dengan satu tujuan, Fun and Experience. Mulanya diawaki oleh sepuluh siswa yang berasal dari dua sekolah berbeda. Sebut saja panggilannya Anjar, Miko, Angga, Thoriq, Binti, Niskum, Hasma, Ismi, dan saya sendiri Zul. Semua dari SMAN 1 Bontang. Ditambah satu siswi dari SMKN 1 Bontang, Luluk namanya. Awalnya seluruh kru ‘pioner’ ini masing-masing disuruh membuat satu berita yang nantinya akan menjadi syarat untuk masuk menjadi kru Suju (singkatan Student Journalism) kedepannnya.

Disuruh membuat satu berita, saya tidak pikir panjang. Saat itu yang sedang hangat tentang legalitas radio sekolah. Dalam sehari, saya menyelesaikan satu berita tersebut. Tentunya dengan kode etik jurnalistik yang benar, walaupun saat itu saya belum terlalu paham tentang itu. Intinya berita harus berimbang, dan data yang didapat fakta juga apa adanya. Wal hasil, jadilah satu berita dengan judul ‘Radio SMANSA Terkendala Izin Siaran.’ Ya, berkat judul tersebut dan isinya yang mungkin menarik bagi pembaca, akhirnya animo tentang berita tersebut berdatangan. Walaupun juga, saat berita tersebut terbit, menurut salah seorang pembaca hal itu kurang berimbang. Tidak apa-apa lah. Namanya saja baru belajar, wajar jika ada salah. Tapi menurut saya dan redaksi, berita itupun sudah cukup berimbang dan layak diberitakan karena berdasarkan kenyataan di lapangan.

Kurang puas dengan satu berita, beberapa waktu kemudian kembali saya menyoroti suatu masalah. Kolam belakang sekolah. Bagi yang belum ke SMANSA (sebutan SMAN 1 Bontang) secara langsung mungkin tidak tahu kenampakan dari kolam tersebut. Kolam tersebut berair hitam, dan penuh sampah. Malahan, pernah ditemukan tulang hewan kurban yang mungkin pada saat penyembelihan ada yang membuangnya ke kolam ini. Tertarik dengan masalah tersebut, akhirnya saya putuskan untuk membuat berita tentang kolam ini. Tetap berdasarkan etika jurnalistik yang benar, saya berhasil menggali informasi mengapa dibiarkan begitu saja, dan apa solusi kedepannya sebagai penyeimbang berita tersebut. Esoknya, terbit sudah berita tersebut. Ada yang pro juga ada yang kontra.  Yang pro saya ucapkan terimakasih, yang kontra akan saya jadikan bahan masukan buat berita saya kedepan.

Ada lagi, pengalaman saat meliput bersama. Kegiatan ini mungkin sebagai sarana pemersatu kami, para kru Suju yang akhirnya sampai saat ini bisa sangat kompak. Pada saat itu kami ingin mewawancarai kepala sekolah SMK Putra Bangsa. Siang harinya, seluruh kru sudah berkumpul di kantor Bontang Post sembari menunggu waktu yang ditentukan. Setelah mendekati waktu yang ditentukan tersebut, akhirnya seluruh kru pergi ke SMK Putra Bangsa. Namun sayang, kepala sekolah sedang rapat sehingga pelaksanaan wawancara ditunda. Akhirnya kegiatan wawancara dialihkan menjadi makan bersama di warung samping SMK Putra Bangsa.

Seiring berjalannya waktu, tak terasa Suju sudah merekrut lebih dari 40 siswa. Rata-rata disetiap angkatan merekrut sepuluh siswa. Mungkin hingga saat ini, sudah mencapai angkatan ke empat atau ke lima. Memasuki kelas XII, kami sudah fokus untuk kelulusan kami, program ini kami stop untuk sementara. Tapi program ini terus berjalan dan yang menjalankan angkatan dibawah kami. Tentunya yang masih duduk di kelas VII, VIII, X, dan XI.

Akhirnya setahun pun berlalu. Tepat 17 Februari 2012 Student Journalism berulang tahun yang pertama. Tentu suatu ‘pesta’ bagi angkatan pertama, karena kami sudah sangat lama tidak berkumpul bersama. Juga kado dari manajemen Bontang Post dan Kaltim Post berupa sertifikat kepada kami, membuat kami semakin bersemangat. Tidak hanya dalam hal liputan berita, tapi juga sebagai motivasi kami dalam belajar di sekolah dan untuk memasuki perguruan tinggi, juga memasuki dunia kerja. Cuma satu harapan kami, Student Journalism Bontang Post dapat mencetak insan-insan pers yang cerdas, santun, dan berkualitas dari Kota Taman. Happy Birthday Student Journalism.

Satu komentar pada “Setahun di Student Journalism

Komentar Anda