Konfigurasi HDD Linux

Bagi sebagian orang, menggunakan sistem operasi Linux mungkin terbilang susah, bahkan tergolong ribet dibandingkan dengan penggunaan Windows. Mulai dengan menggunakan terminal,banyak perangkat lunak yang belum stabil, dan alasan lainnya. Namun bagi sebagian orang lagi, menggunakan Linux berarti kita mempelajari seutuhnya apa itu sistem operasi. Dengan Linux kita bahkan bisa membuat sistem operasi baru.

Bagi yang menggunakan Linux untuk pertama kalinya atau pemula yang baru saja migrasi dari Windows, tentu Harddisk (HDD)nya masih berupa New Technology File System (NTFS). File system ini merupakan file system yang dikembangkan oleh Microsoft. Jika kita menginstal Linux, HDD jenis ini harus di mount terlebih dahulu. Tapi setelah di matikan kemudian di nyalakan kembali, kita harus mount kembali HDD tersebut. Nah, bagaimana caranya agar dapat automount HDD tersebut?

Ikuti petunjuk dibawah ini :

  1. Pastikan komputer atau notebook/netbook anda terkoneksi internet.
  2. Buka terminal, kemudian ketik ~$ sudo apt-get install pysdm, kemudian klik enter.
  3. Masukkan password root anda.. misalnya jika password anda 1234, masukkan 1234 dan klik enter.
  4. Terminal akan mencari informasi aplikasi tersebut, kemudian klik Y jika diminta.
  5. Tunggu proses download dan instalasi hingga selesai.
  6. Setelah terminal menunjukkan proses instalasi selesai, tutup terminal. Buka Dash Home, kemudian search Storage Device Manager.
  7. Setelah itu muncul box untuk masukkan password. Masukkan password root anda. (Sama seperti password di langkah ke-2)
  8. Setelah itu, cari HDD anda yang berupa NTFS. Klik HDDnya, kemudian klik Assistant.
  9. Kemudian centang The File System is Mounted at boot time dan hapus centang dari Mount File as read-only mode.
  10. Kemudian klik ok, dan apply.
  11. Coba restart, dan lihat hasilnya

Semoga Berhasil 😀 Bagi para master Linux, jika ada yang kurang atau lebih, sekiranya mohon kritik dan komentarnya 🙂

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *