Juara 2 QuizIT

Usai seminar dengan menghadirkan pakar teknologi informasi (TI) Indonesia, acara berganti menjadi QuizIT. Terdiri dari 36 grup yang berasal dari 18 SMA/SMK/MA se Bontang, menjadikan perlombaan ini menjadi sedemikian ketat dalam hal persaingan. Namun, saya dan tim dari SMAN 1 Bontang tetap optimis. Menerjunkan dua tim, terdiri dari SMANSA SATU yang terdiri dari saya, Stiaven, dan Dhita Cindyati yang kesemuanya merupakan siswa kelas XII. Dan SMANSA DUA yang terdiri dari I Putu, Bayu Yanar, dan Fitriani yang merupakan siswa kelas X. Lomba yang semestinya dilakukan Minggu (11/12), akhirnya dimundurkan menjadi pekan depannya (18/12).


Kendalanya juga cukup berat bagi tim SMANSA sendiri. Karena berbenturan juga dengan ulangan semester sejak Sabtu (10/12) hingga pekan depannya (17/12), praktis mengakibatkan waktu belajar untuk lomba menjadi semakin singkat. Masih berbekas dalam ingatan, kami hanya belajar selama 3 hari. Yakni Kamis (8/12) dan Jumat (9/12). Juga pada Sabtu (17/12), sehari sebelum perlombaan dimulai. Karena persiapan yang singkat itulah, kami tidak sempat untuk mencari referensi yang lain. Cukup mengerjakan soal-soal yang ada di buku cetak kelas X, XII, dan XII.
Berbekal juga kesiapan dan tekad kuat merebut juara, kami yakin dapat melewati babak penyisihan, hingga sampai ke babak final malam harinya. Babak penyisihan lomba dibagi menjadi dua sesi. Beruntung, SMANSA SATU mendapatkan sesi pertama dan SMANSA DUA mendapatkan sesi kedua. Babak penyisihan menggunakan sistem online agar peserta dapat segera mengetahui siapa yang berhak melaju ke babak final. Soal-soal di babak penyisihan bisa dikatakan ‘berkelas’. Karena soal-soal yang dibuat seluruhnya dikerjakan oleh tim dari Mahasiswa Komputer Universitas Gadjah Mada (UGM). Mulai dari masalah teknis hingga soal, tim inilah yang mengerjakannya.
Setelah melewati babak penyisihan, saatnya pengumuman yang masuk ke babak final. Setelah mempertimbangkan hasil penyisihan, dipilihlah enam grup yang masuk ke babak final. Keenam grup tersebut yaitu Vidatra 1 dan 2, YPK 1 dan 2, SMK Putra Bangsa, dan SMANSA SATU. Sayang, tim SMANSA DUA hanya bertengger di 10 besar.
Memasuki babak final dan disiarkan langsung melalui stasiun tv swasta, perlombaan yang sesungguhnya pun dimulai. SMANSA yang kebagian grup A berhasil menjawab 3 pertanyaan wajib dari 5 pertanyaan. Wal hasil, di sesi pertama babak final SMANSA memimpin dengan perolehan 300 poin. Berlanjut di sesi kedua, SMANSA masih bisa mengungguli pesaing-pesaingnya dengan poin akhir 460. Memasuki sesi terakhir, yakni persentasi kasus, setiap grup diharuskan mempresentasikan pemecahan masalah dan bagaimana solusinya. Di sesi yang menentukan ini, SMANSA harus puas dengan menjadi juara kedua. Sedangkan SMA YPK menjadi juara pertama dan SMA Vidatra menjadi juara ketiga.
Sedih memang tidak bisa menjadi juara pertama, mengingat hadiahnya cukup besar. Yakni 3 buah notebook untuk masing-masing juara pertama. Namun tidak apa, karena juara kedua juga memperoleh iPod Touch untuk masing-masing. Mungkin inilah capaian terakhir di tahun ini. Mengingat sudah kelas XII, saatnya berkonsentrasi untuk Ujian Nasional.

Ini bonus foto-foto πŸ˜€

Bersama Pak Samsuddin, pembina terbaik kami πŸ™‚

Published by Muhammad Zulfikar Akbar

Jika ingin dunia mengenalmu, menulislah (berkaryalah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *